Teori Kritis Generasi Pertama
Teori kritis generasi pertama memiliki tiga tokoh yaitu:
1. Max Horkheimer (1895-1973)
2. Theodor Ludwig Wiesengrund Adorno (1903-1969)
3. Herbert Marcuse
1. Max Hoekheimer
Max Horkheimer (1895-1973) adalah filsuf Jerman keturunan Yahudi. Horkheimer adalah tokoh generasi pertama dalam Mazhab Frankfurt.Ia memimpin Institute Fur Sozialforschung (Institut Penelitian Sosial).Pemikiran Horkheimer dipengaruhi oleh Immanuel Kant, Hegel, Karl Marx, Nietzsche, Adorno, dan Cornelius. Sedeangkan pemikiran Horkheimer memengaruhi juga pada Adorno, Marcuse, Jurgen Habermas, Walter Benjamin, dan Erich Fromm.
Horkheimer menjadikan titik tolak teori kritis sebagai kritik terhadap saintisme atau positivisme dalam ilmu-ilmu sosial.Menurut Horkheimer teori kritis harus tajam menganalisis masalah sosial, bertolak dari kehendak manusia untuk berkuasa, bukan dari kesadaran yang mendominasi dengan rasio karena tujuan teori kritis adalah untuk mengubah orientasi masyarakat dari kemajuan zaman modern yang ditandai oleh kemegahan dan kemewahan pembangunan fisik, yang ternyata tidak semua umat manusia dapat menikmatinya.
Teori Kritis Marx Hoekheimer
Horkheimer meluncurkan panah kritik terhadap modernitas hal ini karena Horkheimer beranggapan bahwa modernitas yg irasional tampak dalam sistem ekonomi dewasa ini, yang tidak lagi menampakkan hasil karya manusiawi,karena tidak berada di bawah kontrol kehendak manusia yg sadar,tetapi secara otomatis digerakkan oleh modal yang tidak sadar; tercipta suatu kondisi modernitas yang irasional. Horkheimer menegaskan, teori kritis hrs menilai dgn sikap tdk netral, shg dpt mendorong perubahan atau transformasi sosial melalui kecurigaan-kecurigaan yg dibangun dari apa yang terjadi dalam masyarakat modern.Horkheimer menarik kesimpulan bahwa rasionalitas modern telah gagal menunjukkan manusia ke arah rasionalitas. Karena kemajuan ekonomi yang mengondisikan perkembangan ilmu pengetahuan telah gagal menghasilkan rasionalitas yg membebaskan manusia dari dilema rasionalitas.
Akar teori kritis harus ditelusuri dalam filsafat Hegelian-Marxis, sehingga pemikiran Horkheimer dapat dipahami sebagai usaha mentransformasi dialektika dalam filsafat Hegelian dan melalui Marxisme, dialektika individu, dan masyarakat dengan Negara ditempatkan dalam diskurus filosofis, yg konteksnya adalah situasi riil dan konkret sebagaimana Marx, Horkheimer memahami dan menempatkan ego dalam ketegangan dialektik dengan sebuah masyarakat.Dalam psikoanalisis, diketahui bahwa dimensi pengetahuan manusia modern secara tidak disadari telah ditunggangi oleh modal.Dari sinilah pemikiran psikoanalisis mempunyai energi psikologi atas seluruh proses sosial manusia modern.
Pertama, dengan psikoanalisis, teori kritis dapat mengkaji peran ekonomi bagi pembentukan rasionalitas instrumental yang menjadi bentuk kesadaran semu manusia modern akan realitas objektif.
Kedua, dengan memasukkan psikoanalisis dalam metodologi teori kritis, Horkheimer menumpahruahkan dorongan terhadap para anggota Mazhab Franfurt untuk menyelami integrasi antara pemikiran Sigmund Freud dan Karl Marx.
2. Theodor Adorno
Theodor adorno adalah seorang sosiologi dan ahli filsuf jerman yang secara khusus meminati musik untuk melaksanakan analisis sosial kritis.Theodor adorno juga merupakan penerus dari Horkheimer dalam menajdi pemimin di institut Penelitian Sosial (Frankfurt School). Adorno beranggapan bahwa Modal merupakan rasionalisasi kemanusiaan dan identik dengan penyebab utama fasisme atau rezim totalitas lainnya. Untuk itu, pembebasan manusia harus didorong bukan dengan mengembangkan diskursus rasionalitas, melainkan dengan praksis voluntaristik.
Teori Kritis Adorno :Kritik Saintisme
Pemikiran Adorno dipenagruhi kuat oleh musik dan seni sehingga Adorno mengkritik ilmu pengetahuan modern hal ini karena dalam ilmu pengetahuan modern, terdapat homogenisasi pada komersialisasi seni padahal menurut adorno seni hanya direduksi pada hal-hal yang bisa dipertukarkan yang dimana Teori refikasi Adorno bermula dari teori 'Fetisisme Komoditas' Marx dan 'Teori Nilai. Adorno berniat untuk mengembalikan kemurnian dan subjektivitas seperti yang tampil di dalam objek seni, karena pada tahap berikutnya, membuat para pekerja kapitalis menjadi teralienasi atas karyanya..
Teori Fetisme Komoditas
Teori Fetisme Komoditas adalah cara pandang terhadap budaya populer oleh Mazhab Frankfurt yang didasarkan pada teorinya tentang kapitalisme modern dan kosepsinya tentang kontrol sosial industri budaya yang dapat mengarahkan pikiran dan tindakan manusia.Sedangkan menurut. Adorno kapitalisme terletak pada kepiawaian sistem ekonomi dalam mengatasi krisis dan menciptakan stabilitas untuk mendorong keberlanjutan kapitalisme sehingga kapitalisme mampu menciptakan kesadaran palsu melalui konsumerisme dan budaya populer, dan menjamin keberlangsungan kesadaran palsu itu melalui sistem ekonomi yang mengontrol menurut asas manfaat.
3. Herbert Marcuse :Teori Kritik Manusia Satu Dimensi
Herbert Marcuse adalah seorang filsuf jerman - Yahudi,teorikrtikus politik dan sosiolog. Marcuse dikenal sebagai Bapak gerakan Kiri Baru hal ini karena Marcuse merupakan seorang intelektual yang memberi pengaruh pada gerakan Kiri Baru dan gerakan mahasiswa dengan pemikirannya The great refusal yaitu penolakan dalam sistem totaliter yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dan pemuda intelektual yang terus menentang segala bentuk establisment Marcuse memberikan kontribusi penting dalam pemikiran hubungan antara teknologi, ekonomi dan budaya sehingga melahirkan pemikiran satu dimensi soisal budaya, ekonomi dan politik.
REALITAS MASYARAKAT TEKNOLOGI
Kebahagiaan yang ditawarkan industri sebagai kebahagiaan semu, karena tidak membawa manusia pada pemilikan diri yang tenang, melainkan tergantung dari semakin banyaknya benda.Manusia bekerja bukan untuk menjamin kebutuhan nyata dan penyembangan diri, melainkan keterpaksaan diri untuk memiliki benda konsumsi, sehingga memaksa mencari uang sebanyak banyaknya.Teknologi tidak memanusiakan manusia, melainkan memperbudak manusia,teknologi tidak meningkatkan komunikasi manusia, melainkan mengisolasi individu manusia
THE GREAT REFUSAL
Kaum muda, para mahasiswa dan cendekiawan kritis yang memungkinkan melawan status quo,mereka adalah kaum muda intelektual yang terus menentang segala bentuk establisment.Mereka juga yang mampu melakukan the great refusal, menolak terlibat dalam sistem totaliter
a) Satu Dimensi :Segi Sosial Ekonomi
Sosial ekonomi dilihat dari luar:
l Kehidupan nyaman, kelancaran dan keteraturan
l Kemajuan teknologi membuat manusia lebih mudah
l Produktifitas naik, taraf hidup naik
l Temuan-temuan baru membawa perbaikan, pendidikan, kesehatan dll
Sosial ekonomi dilihat dari dalam:
l Struktur yang dibangun merupakan ungkapan kepentingan pribadi yang dipaksakan kepada massa
l Masyarakat teralienasi
l Struktur pasar menjadi alat pemerasan dan penguasaan
l Motif mengejar keuntungan mendorong produsen untuk menguasai konsumen melalui pemerasan dan memanipulasi kebutuhan
l Lahir perbudakan gaya baru berupa perbudakan sukarela
b) Satu Dimensi: Segi Sosial Politik
u Cirinya totaliter
u Sifatnya kontradiksi, memadukan kemakmuran dengan ancaman perang, perdamaian dengan pengembangan senjata, martabat kemanusiaan dan materialism
u Mempertahankan status quo, dengan pengaturan dan manipulasi kebutuhan
u Menghilangkan oposisi, untuk kepentingan perubahan menyeluruh, hingga ke level represif
u Kritis dan kebebasan berpikir hanya untuk status quodan mempertahankan sistem yang ada
c) Satu Dimensi: Segi Sosial Budaya
Ø Cirinya pragmatis
Ø Dicangkokkan kepada kenyataan yang ada, tidak mengungkapkan kesadaran dan ketidakbahagiaan sosial
Ø Bahasa fungsional untuk mendukung pemikiran positivistik



Komentar
Posting Komentar