Teori Kritis Mazhab Frankfurt

    Mazhab Frankfurt (bahasa JermanFrankfurter Schule) adalah sebuah istilah yang diberikan kepada pemikiran yang dihasilkan oleh kelompok filsuf yang memiliki afiliasi dengan Institut fur Forschung di Frankfrut, Jeman, dan pemikir-pemikir lainnya yang dipengaruhi oleh mereka. Tahun yang dianggap sebagai tahun kemulaian Mazhab Frankfurt ini adalah tahun 1930 ketika Hawk  diangkat sebagai direktur lembaga riset sosial tersebut. Beberapa filsuf terkenal yang dianggap sebagai anggota Mazhab Frankfurt ini antara lain Theodor Aadorno, Walter Benjamin, dan Jurgen Habermas. Perlu diingat bahwa para pemikir ini tidak pernah mendefinisikan diri mereka sendiri di dalam sebuah kelompok atau 'mazhab', dan bahwa penamaan ini diberikan secara retrospektif. Walaupun kebanyakan dari mereka memiliki sebuah ketertarikan intelektual dengan pemikiran neo-Marxisme dan kritik terhadap budaya (yang di kemudian hari memengaruhi munculnya bidang ilmu Studi Budaya), masing-masing pemikir mengaplikasikan kedua hal ini dengan cara-cara dan terhadap subyek kajian yang berbeda.

    Pada awalnya pemikiran Marx di jadikan tolak ukur pemikiran sosial aliran tersebut. Akan tetapi ada yang berpendapat bahwa aliran Frankfurt merupakan perwujudan usaha untuk kembali mengkaji pemikiran pemikiran Hegelian Kiri (Hegelian Leftism), yaitu pemikiran Hegel sekitar tahun 1840-an. Sama halnya dengan generasi awal pencetus teori kritis, seperti Hegel dan Immanuel Kant, tokoh-tokoh Frankfurt tertarik degan kajian mengenai kajian filsafat dan ilmu-ilmu non alamiah seperti sosiologi, ekonomi, musikologi, psikologi, Ilmu politik dan lain-lain.

Generasi pertama; Max Horkheimer, Theodor Adorno, Herbert Marcuse, Erich Fromm, dan Walter Benjamin

Generasi kedua; Jurgen Habermas, Axel Honneth

Teori kritik berbeda dengan teori sosial kritik

Teori kritik: lahir dari Mazhab Frankfur

Teori sosial kritik: merupakan persamaan asumsi dari berbagai teori Eropa yang mengguncang kemapanan, semisal: teori sosial postmodern, feminisme, cultural studies, dan teori kritik itu sendiri.

  Frankfurt School merujuk pada sekumpulan sosial scientists yang memiliki basis kelembagaan berupa Institute of Sosial Reseach yang berada di Frankfurt sebagai pusat penelitian sosial independen.  Kelahiran lembaga ini bermula dari seorang yang bernama Felix Weil yang dikenal sebagai political scientist yang memiliki ketertarikan terhadap pemikiran Marxisme. Ia menilai lembaga-lembaga penelitian sosial yang ada pada saat itu tidak meneliti tentang sejarah gerakan buruh dan asal usul antisemitisme

Sebelum menjelaskan lebih jauh kritik ideologi yang dikemukakan oleh Erich Fromm, terlebih dahulu perlu dijelaskan mengenai kritik ideologi berdasarkan perspektif Marx. Dari sekian banyak pemikiran Marx yang dirasa begitu atraktif dan berpengaruh—pernyataan ini diakui juga oleh Franz Magnis Soeseno—sepertinya usaha emansipasilah yang memiliki maksud dan tujuan paling besar dari butir-butir asumsinya pemikirannya tersebut. Sering Marx mengatakan bahwa manusia itu perlu diemansipasi, sebab keadaan yang sesungguhnya terjadi di masyarakat adalah kenyataan kuasanya kelas kapitalis dalam banyak hal terhadap kelas para pekerja atau proletar. Buruh dijauhkan dari hak-haknya sebab kelas kapitalis selalu berupaya mengakumulasi modal dan memperbudak buruh demi kepentingan-kepentingannya tersebut. Oleh karena masyarakat kapitalis berdasarkan hak milik pribadi atas alat-alat produksi, emansipasi menurut Marx hanyak akan tercapai kalau hak milik pribadi itu dihapus.Setelah memahami keadaan seperti inilah kemudian Marx menilai lebih jauh bahwa ada sesuatu dibalik itu semua yang berusaha membela, mendukung dan menganggap benar dari setiap usaha dan tindakan kaum kapitalis terhadap para pekerja. Gagasan-gagasan, pembenaran dan lain-lain yang mendukung kelas kapitalis itulah yang disebutnya sebagai ideologi dan berusaha untuk “dibongkar” oleh Marx sebab telah begitu membelenggu dan menipu masyarakat

    Teori kritik bagi pengagum mahzab ini dijadikan sebagai alat atau pisau analisis masyarakat terhadap ideologi yang berkembang terutama mengenai teoritisi kapitalisme. Semenjak teorisi kritis dimulai pengkajiannya sampai pada fase ketiga yang merupakan reformasi dari teori ini yang dikembangkan Habermas, maka tidak lepas juga dari berbagai kritik dalam kontek kekinian. Hal ini melihat relevansi kualitas teori kritik yang hidup pada zaman 60-an.
    Setidaknya pemikiran dari Mahzab Frankfurt secara tidak langsung berpengaruh pada konstelasi pemikiran besar dunia terutama dalam posisinya terhadap dua ideologi besar, liberalisme dan sosialisme. Berkembangnya teori kritis Frankfurt School beriringan dengan fase perkembangan lembaga tersebut terdiri dari tiga fase yaitu fase pertama dimana kajian-kajian teoritis lebih berorientasi empiris dan menekankan pendekatan ekonomi dalam mengkaji fenomena-fenomena sosial. Perkembangan fase kedua Frankfurt School merupakan reorientasi dari kajian-kajan teoritis yang pertama dimana Horkheimer mengubah dari yang lebih bersifat ekonomis historis menjadi lebih bersifat filosofis. Fase kedua ini yang menjadi landasan teori kritis Frankfurt School. Fase ketiga merupakan fase reformasi dari teori kritis sebagai pengembangan dari teori sebelumnya yang dilakukan oleh Jurgen Habermas.

Komentar