Teori Kritis Generasi Kedua : Jurgen Habermas

 Menurut  Habermas,  ada  kekeliruan  yang  dilakukan  mazhab Frankfurt yaitu masih mengakui subjek dan objek tuan hamba, berkuasa / dikuasai dan menerima obyektifasi manusia dalam hubungannya dengan manusia  lain  telah  menerapkan  pendekatan  yang  serupa dengan cara menangani alam. Belum lagi pemilik  modal dari kapitalis  membentuk budaya ‘’konsumerisme’ (keterpaksaan membeli, sehingga menumpulkan pikiran manusia



Kritik rasio instrumental

 

Rasio ini idealnya dipakai manusia ketika manusia berhadapan dengan sesuatu yang bersifat alamiah atau kebendaan. Misalnya, ketika kita hendak menyeberangi sungai di mana di sana tidak terdapat  jembatan  padahal  kita  harus  menyeberangi  sungai tersebut, maka kita bisa berpikir untuk menebang pohon untuk dijadikan  jembatan  atau  perahu.  Kita  tidak  memikirkan kepentingan kayu tersebut karena ia benda mati, dan tentu tidak memiliki kepentingan. Berbeda tatkala kita berhadapan dengan  sesama  manusia,  yang  sudah  tentu  memiliki kepentingan masing-masing

Ada sebuah rasio yang dilupakan manusia, yakni rasio di mana kita mengungkapkan kepentingan kita. Rasio inilah yang disebut rasio komunikatif,Berdasarkan rasio ini, ketika berhadapan dengan manusia lain,  maka  terjadi  pertemuan  antar-kepentingan. Kepentingan-kepentingan  individu  inilah  yang  harus disingkapkan  dan  dikomunikasikan  agar  masing-masing individu  mengetahui  kepentingan-kepentingan  yang  ada dan kemudian dicari irisan dari kepentingan-kepentingan tersebut guna memuaskan setiap individu yang memiliki kepentingan

Paradigma komunikatif Habermas membawa teori kritis kearah praktis dengan menggunakan komunikasi sebagai cara ampuh untuk mengubah kondisi manusia. Ditambah lagi dengan semakin derasnya arus komunikasi internasional membuatnya yakin cara yang dilakukan Marxian lama dengan mengangkat isu pengambilan alih alat produksi sudah tidak relevan digunakan lagi. Hal ini disebabkan rasionalitas kekuasaan yang dipahami oleh Habermas mengungkapkan bahwa sebuah kekuasaan berjalan sebagaimana komunikasi terjadi antara pemangku kebijakan dengan orang berpengaruh yang terdapat di lingkaran hidupnya. Habermas melihat permasalahan manusia muncul ketika mereka mulai memisahkan tindakan strategis dengan tindakan komunikatif yang bertujuan untuk memberikan pemahaman.

 

The Theory of Communicative Action

Merupakan interaksi antara setidaknya dua orang  untuk  menemukan  mutual  understanding  tentang satu kondisi spesifik untuk menghasilkan satu rancangan dan mengkoordinasikan tindakan mereka.Sebagai  pengganti  paradigma  kerja,  mengacu  pada paradigma komunikasi, berlawanan dengan teori Marxist klasik  yang  menggunakan  jalan  revolusioner  untuk menjungkirbalikkan struktur masyarakat demi terciptanya masyarakat sosialis yang dicita-citakan

 Komunikasi bagian dari manusia

 - Tindakan Teleologis

 - Tindakan Normatif

 - Tindakan Dramaturgik

 - Tindakan Komunikatif

Strategic Action vs Communicative Action

Tindakan  Strategis:  Tindakan  yang  berorientasi kesuksesan/kemenangan  yang  dilakukan  dengan berbagai  cara:  bujukan,  iming-iming  penghargaan, tekanan, hingga paksaan bahkan ancaman

Tindakan Komunikatif: Tindakan yang berorientasi saling pengertian, kesepahaman bersama, konsensus. Tindakan Komunikatif adalah tindakan rasional yang berorientasi  kepada  kesepahaman,  persetujuan  dan rasa saling mengerti

Pra-syarat komunikasi

- Mempergunakan bahasa yang sama dan secara konsisten mematuhi aturan-aturan logis dan semantis dari bahasa tersebut

- Setiap peserta memiliki maksud untuk mencapai konsensus yang tidak memihak dan memandang para peserta lainnya sebagai pribadi-pribadi otonom yang tulus, bertanggung jawab sejajar dan tidak menganggap mereka ini hanya sebagai sarana belaka

 Demokrasi Deliberatif

 

Demokrasi  bersifat  deliberatif  jika  proses  pemberian  alasan atas suatu rencana kebijakan publik diuji lebih dahulu lewat konsultasi publik atau diskursus publik. Demokrasi deliberatif ingin meningkatkan intensitas partisipasi warga negara dalam proses   pembentukan   aspirasi   dan   opini,   agar kebijakan-kebijakan  dan  undang-undang  yang  dihasilkan  oleh pihak yang memerintah semakin mendekati harapan pihak yang diperintah Teori demokrasi deliberatif tidak memfokuskan pandangannya dengan  aturan-aturan  tertentu  yang  mengatur  warga,  tetapi sebuah  prosedur  yang  menghasilkan  aturan-aturan  itu. bagaimana  keputusan-keputusan  politis  diambil  dan  dalam kondisi  bagaimanakah  aturan-aturan  tersebut  dihasilkan sedemikian  rupa  sehingga  warga  negara  mematuhi peraturan-peraturan tersebut

 

Ruang Publik

 

Ruang  pubik  merupakan  wadah  yang  mana  warga  negara  dengan  bebas dapat  menyatakan  sikap  dan  argumen  mereka  terhadap  negara  atau pemerintah. Ruang publik bukan sebuah institusi atau organisasi yang legal. Ruang  publik  harus  bersifat  bebas,  terbuka,  transparan  dan  tidak  ada intervensi pemerintah atau otonom. Ruang publik itu harus mudah diakses semua orang. Dari ruang publik ini dapat terhimpun kekuatan solidaritas masyarakat  warga  untuk  melawan  mesin-mesin  pasar/kapitalis  dan mesin-mesin politik.Ruang publik ini tentu harus terbebas dari intervensi dari pihak   manapun   sehingga   setiap   individu   bisa mengungkapkan pemikirannya secara bebas dan terbuka

 

Etika Diskursus

 

Etika  diskursus  merupakan  etika  normatif  bagi  masyarakat pluralistis  yang  tidak  punya  lagi  otoritas  tunggal  untuk mengatasi persoalan.Etika diskursus mampu menciptakan “ruang-ruang bebas” yang dibutuhkan   dalam   pluralitas   yang   terdiri   dari “kehidupan-kehidupan  baik”  yang  berbeda-beda.  Hidup  baik bagi sebuah kelompok belum tentu baik pula bagi kelompok lainnya.  Klaim  kebaikan  yang  dikemukakan  suatu  kelompok harus dibicarakan dengan pihak lainnya. Tanpa itu, realitas yang muncul adalah kebaikan sepihak yang menindas kebaikan yang dikemukakan pihak lainnya. Tak ada satu pembicara pun yang boleh dicegah, melalui tekanan internal atau eksternal, untuk mengemukakan hak-hak sebagaimana tercantum dalam poin sebelumnya

 

 

 

Komentar

Postingan Populer