Adakah manfaat mengenali kepercayaan diri dalam berkarya?

                                                             Fikri Haykal A K8419037

Universitas Sebelas Maret

fikrihaykal45@gmail.com

Seperti yang kita tahu, Kepercayaan diri adalah sesuatu yang dimiliki oleh setiap manusia dimana kepercayaan diri tersebut adalah hal yang sangat penting. Dari dulu sampai sekarang, seseorang sangat membutuhkan. Kepercayaan diri merupakan salah satu ranah psikologi karena hal tersebut berpengaruh kepada mental seseorang dalam berperilaku. Kepercayaan diri sangat penting, mengingat hal ini mempengaruhi cara bersikap, berperilaku, bertindak, bahkan mempengaruhi mood seseorang.

Kepercayaan diri sendiri bahkan di definisikan oleh beberapa tokoh. Pertama, Inge (2010) mendefinisikan kepercayaan diri adalah keyakinan seseorang akan kemampuan yang dimiliki untuk menampilkan perilaku tertentu atau untuk mencapai target tertentu. Dengan kata lain, kepercayaan diri adalah bagaimana merasakan tentang diri sendiri dan perilaku akan merefleksikan tanpa disadari. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerima secara apa adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui proses belajar proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya. Kepercayaan diri adalah modal dasar seorang manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan sendiri. (Ramadhani & Putrianti, 2017)

Menurut Lauster (1978), rasa percaya diri bukan merupakan sifat yang diturunkan (bawaan) melainkan diperoleh dari pengalaman hidup, serta dapat diajarkan dan ditanamkan melalui pendidikan, sehingga upaya-upaya tertentu dapat dilakukan guna membentuk dan meningkatkan rasa percaya diri. Dengan demikian kepercayaaan diri terbentuk dan berkembang melalui proses belajar di dalam interaksi seseorang dengan lingkungannya. Dan yang terakhir, menurut Hambly dalam Ameliah & Munawaroh (2016) kepercayaan diri bermakna bahwa keyakinan terhadap diri sendiri sehingga mampu menangani segala situasi dengan tenang, kepercayaan diri lebih banyak berkaitan dengan hubungan seseorang dengan orang lain. Tidak merasa inferior di hadapan siapapun dan tidak merasa canggung apabila berhadapan dengan banyak orang. (Asiyah et al., 2019)

Dari beberapa pemikiran diatas, sudah jelas bahwa seseorang akan bisa menangani segala hal akibat dari kepercayaan diri seseorang tersebut. Dan kepercayaan diri dapat diperoleh dari belajar dan proses belajar yang dilakukan untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri. Jika tidak maka seseorang akan merasa depresi dan menjadi mudah pesimis. Di Indonesia, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 15,6 juta penduduk yang mengalami depresi. Angka ini terus meningkat dan menempatkan depresi menjadi penyakit dengan kasus kedua tertinggi setelah penyakit jantung.



 “Rasa percaya diri itu lahir dari kesadaran bahwa jika saya memutuskan untuk melakukan segala sesuatu, sesuatu pula yang akan saya lakukan”. Kesadaran itulah yang melahirkan keinginan dan tekad. Misalnya ingin mendapat nilai ujian yang bagus, maka akan berusaha secara maksimal sampai tujuan bisa tercapai dengan cara belajar yang lebih giat.

     Menurut Hakim ciri-ciri orang yang mempunyai percaya diri tinggi yaitu, Selalu bersikap tenang di dalam mengerjakan segala sesuatu, Mempunyai potensi dan kemampuan yang memadai, Mampu menetralisasi ketegangan yang muncul didalam berbagai situasi, Memiliki pengalaman hidup yang menempa mentalnya menjadi kuat dan tahan didalam menghadapi berbagai cobaan hidup. (Hakim, 2005: 5). (Aristiani, 2016)

Untuk membentuk rasa percaya diri tentunya tidak mudah. Banyak hal yang harus dilakukan atau dibiasakan agar seseorang mampu memiliki rasa percaya diri tinggi. Rasa percaya diri/kepercayaan diri seseorang dapat dengan mudah dilatih. Dalam melakukan berbagai kegatan, kita bisa melakukannya dengan cara percaya terhadap diri sendiri bahwa kita bisa melakukan hal tersebut. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melatih kepecayaan diri yaitu ;

· Pahami prioritas diri

Prioritas merupakan suatu hal yang didahulukan dari hal lainnya. Dari sini prioritas diri dapat dipahami sebagai hal-hal penting yang ada dalam diri. Ketidakmampuan seseorang dalam menentukan prioritas dalam dirinya sering kali menjadi penyebab rendahnya tingkat kepercayaan diri yang dirasakan. Ketika seseorang kurang bahkan tidak memahami prioritas dalam dirinya, maka ia akan kesulitan dalam menentukan sikap, merasa kurang yakin, dan tidak memiliki landasan kuat dalam berperilaku.

· Bangun kesadaran diri

Seseorang akan mudah merasa terintimidasi saat tidak memiliki penguasaan diri yang baik. Penguasaan diri ini muncul apabila seseorang mampu membangun kesadaran diri dengan baik. Apa itu kesadaran diri (self awareness)? Kesadaran diri dapat dipahami sebagai suatu kondisi di mana seseorang mampu memahami seluk-beluk dirinya sendiri dengan baik. Seseorang yang memiliki kesadaran diri akan mampu membaca situasi sosial dalam memahami pikiran orang lain dan harapan orang lain terhadap dirinya.

     · Bangun identitas diri

Identitas diri merupakan ciri-ciri atau keadaan khusus yang melekat pada diri seseorang berkenaan dengan kualitas eksistensi dari orang tersebut. Sebagai ciri khas yang melekat, identitas diri berkaitan erat bahkan bisa jadi merupakan inti dari perilaku, tindakan, dan penampilan seseorang. Dari faktor inilah, seseorang bisa dengan mudah dikenali dan mengenali orang lain.



Faktor Faktor yang bisa mempengaruhi kepercayaan diri seseorang yaitu; Pola Asuh, Kematangan Usia, Jenis Kelamin, Penampilan fisik, Hubungan keluarga,dan Teman sebaya. Dengan faktor tersebut, dapat terlihat bahwa banyak faktor yang bisa mempengaruhi Kepercayaan diri itu sendiri. Dengan hal tersebut, dapat memungkinkan juga bahwa kepercayaan diri seseorang dapat mempengaruhi segala perilaku yang akan dilakukan. khususnya kali ini dalam public speaking.

Public Speaking sendiri merupakan kemampuan dalam menyampaikan sesuatu hal yang dirasa penting. Seseorang bisa dilihat baik atau kurangnya public speaking dari cara orang menyampaikan, gesture tubuh, dan materi yang disampaikan apakah dapat dipahami oleh peserta lain. Pengaruh dari kepercayaan diri sangat penting dalam public speaking. Orang dengan kepercayaan diri tinggi akan dengan mudah menyampaikan semua hal yang dia pahami/ yang ingin disampaikan sesuai materi dengan mudah, lantang, dan tegas. Tetapi, sebaliknya jika seseorang memiliki rasa kepercayaan diri yang rendah, maka dia akan terlihat kurang tegas, ragu ragu, bahkan cenderung memperagakan hal hal yang salah.

    Banyak orang yang kurang memiliki rasa percaya diri dalam menyampaikan sesuatu dihadapan publik. Mereka takut jika menyampaikan sesuatu akan berbuat kesalahan yang bisa berdampak panjang terhadap sesuatu. Tetapi, sejatinya orang berpendapat di hadapan publik pasti akan merasakan keraguan atau gugup yang sebenarnya hal wajar. Jadi, bukanlah sebuah hal yang sangat besar jika terjadi salah 1 atau 2 kata. Yang seharusnya dilakukan adalah improvisasi dan tidak usah terlalu peduli dengan kejadian yang sudah lewat. Dengan begitu, kita tidak akan tertekan dan bahkan jika berhasil dan selesai akan menambah rasa kepercayaan diri bahwa kita bisa melakukan public speaking dengan mudah.

Daftar Pustaka

Hanton, S., Mellalieu, S. D., & Hall, R. (2004). Self-confidence and anxiety interpretation: A qualitative investigation. Psychology of Sport and Exercise, 5(4), 477–495. https://doi.org/10.1016/S1469-0292(03)00040-2

Karabay, M. E., Akyüz, B., & Elçi, M. (2016). Effects of Family-Work Conflict, Locus of Control, Self Confidence and Extraversion Personality on Employee Work Stress. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 235, 269–280. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.11.030

Aristiani, R. (2016). MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA MELALUI LAYANAN INFORMASI BERBANTUAN AUDIOVISUAL. JURNAL KONSELING GUSJIGANG, 2(2). https://doi.org/10.24176/jkg.v2i2.717

Fitriah, A. (2013). HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA DI KELAS II SMP MUHAMMADIYAH 1 MALANG. Jurnal Studia Insania, 1(1), 53. https://doi.org/10.18592/jsi.v1i1.1079

Komara, I. B. (n.d.). Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Prestasi Belajar dan Perencanaan Karir Siswa. 10.

Ramadhani, T. N., & Putrianti, F. G. (2017). HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN CITRA DIRI PADA REMAJA AKHIR. JURNAL SPIRITS, 4(2), 22. https://doi.org/10.30738/spirits.v4i2.1117

Purnamaningsih, E. H. (n.d.). KEPERCAYAAN DIRI DAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA. 5.

Pratiwi, I. D., & Laksmiwati, H. (2016). Kepercayaan Diri dan Kemandirian Belajar Pada Siswa SMA Negeri “X.” Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 7(1), 43. https://doi.org/10.26740/jptt.v7n1.p43-49

Fatchurahman, M. (2012). Kepercayaan Diri, Kematangan Emosi, Pola Asuh Orang Tua Demokratis dan Kenakalan Remaja. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.30996/persona.v1i2.27

Aristiani, R. (2016). MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA MELALUI LAYANAN INFORMASI BERBANTUAN AUDIOVISUAL. JURNAL KONSELING GUSJIGANG, 2(2). https://doi.org/10.24176/jkg.v2i2.717

Saputra, W. N. E., & Prasetiawan, H. (2018). Meningkatkan Percaya Diri Siswa melalui Teknik Cognitive Defusion. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 3(1), 14–21. https://doi.org/10.17977/um001v3i12018p014

Clément, R., Dörnyei, Z., & Noels, K. A. (1994). Motivation, Self-confidence, and Group Cohesion in the Foreign Language Classroom. Language Learning, 44(3), 417–448. https://doi.org/10.1111/j.1467-1770.1994.tb01113.x

Masturina, D. (2018). PENGARUH KOMPETENSI DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP PERENCANAAN KARIR MAHASISWA PROGRAM STUDI PETERNAKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN. 6, 11.

Syam, A. (n.d.). PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI (SELF CONFIDENCE) BERBASIS KADERISASI IMM TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA (STUDI KASUS DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE). . . ., 16.

Asiyah, A., Walid, A., & Kusumah, R. G. T. (2019). Pengaruh Rasa Percaya Diri Terhadap Motivasi Berprestasi Siswa pada Mata Pelajaran IPA. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(3), 217–226. https://doi.org/10.24246/j.js.2019.v9.i3.p217-226

Hanton, S., Mellalieu, S. D., & Hall, R. (2004). Self-confidence and anxiety interpretation: A qualitative investigation. Psychology of Sport and Exercise, 5(4), 477–495. https://doi.org/10.1016/S1469-0292(03)00040-2

Kleitman, S., & Stankov, L. (2007). Self-confidence and metacognitive processes. Learning and Individual Differences, 17(2), 161–173. https://doi.org/10.1016/j.lindif.2007.03.004

 

 

 

  

Komentar

Postingan Populer